Senin, 02 Januari 2017

Serangkaian Teror di Indonesia Sepanjang Tahun 2016

Ilustrasi Teror Yang Diduga Dilakukan Terorisme
14 Januari 2016 aksi teror di Thamrin Jakarta Pusat membuka serangkaian teror di tanah air 4 pelaku teror Jakarta menyerang aparat setelah meledakkan bom bunuh diri dan akibatnya 8 orang tewas termasuk pelaku sementara 25 lainnya luka-luka, beberapa jam setelah kejadian ISIS mengkliem berada dibalik serangan ini.

Sehari setelah Idul Fitri teror berlanjut pada 5 Juli 2016 bom bunuh diri terjadi di mapolresta Surakarta Jawa Tengah, pelaku Nur Rohman diduga merupakan jaringan Bahrun Naim yang di Suriah, akibat peristiwa ini pelaku tewas dan satu orang Polisi terluka, bom berdaya ledak rendah ini disimpan di bawah jok motor pelaku yang rencananya akan diledakkan saat pelaku menembus pengamanan Polres Surakarta

18 Juli 2016 pemburuan salah satu gembong teroris memuncak pada tewasnya Santoso alias Abu Wardah di pesisir Utara Poso Sulawesi Tengah, 1 setengah tahun aparat gabungan memburu pimpinan Mujahidin Indonesia Timur ini melalui operasi Camar Maleo dan Operasi Tinongbala. Santoso diketahui telah bersumpah setia kepada ISIS dan kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini dihubungkan dengan ISIS melalui Bahrun Naim.

Pasca tewasnya Santoso teror tidak serta merta hilang dari bumi pertiwi 28 Agustus rencana bom bunuh diri berlangsung di gereja Katolik Santo Yosep Medan Sumatera Utara, Pelaku adalah pemuda berusia 16 tahun, bom yang dibawanya dalam ransel gagal meledak akibatnya ia menyerang pastur dengan senjata tajam pelaku dinyatakan termotivasi dari internet untuk melakukan bom bunuh diri.

" yang sekarang terjadi adalah munculnya beberapa sel kecil dari pada satu aliansi yang lebih besar dan sel sel itu rupanya di apa namanya diarahkan oleh Bahrun Naim nah dia bukan satu satunya orang yang di Suriah yang main dan ingin seperti membina sel sel di Indonesia ada juga orang Indonesia lain seperti Bahrun Syah dan seperti orang namanya Abu Walid" ujar Sidney Jones Dir. Lembaga Kebijakan dan Analisis Konflik

Teror berlanjut pada 13 November Saat bom rakitan meledak di pelataran parkir gereja Oikumene di Samarinda Kalimantan Timur, akibat peristiwa ini 4 balita terluka dan seorang di antaranya meninggal sehari kemudian, pelaku adalah mantan terpidana teroris bom buku di Tangerang tahun 2011, Jamaah Ansharut daulah bentukan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan Aman Abdurrahman diduga menjadi dalang aksi ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar